Pacu Jawi, Alek Nagari menjadi event Internasional

Selasa, 08 Oktober 2013


sumber : www.djisamsoe.com, Photo Andy Surya Laksana

Pacu jawi ini merupakan acara perhelatan yang menjadi hiburan tersendiri dari masyarakat Minangkabau di Batusangka. Pacu jawi adalah permainan khas anak nagari di Kabupaten Tanah Data. Pacu Jawi ini spesifik karena diadakan dalam sawah dan penunggangnya ikut diatas bajak sambil memegang ekor jawinya. Pada awalnya merupakan kegiatan pengisi waktu, saat musim tanam tiba. Kegiatan ini diadakan secara bergiliran diantara nagari-nagari yang ada di Batusangka. Acara ini biasanya berlangsung setelah masa panen padi selesai, sekaligus menjadi perayaan dalam rangka merayakan masa panen. Tidak ada cambuk untuk mempercepat lari sapi. Sebagai gantinya, para joki biasa menggigit ekor sapi. Namun tak jarang, baru berlari beberapa meter, joki sudah kehilangan pegangan sehingga tersungkur masuk lumpur. Ya, Pacu Jawi Batusangka memang diselenggarakan di petak sawah bekas panen dengan lumpur setinggi lutut orang dewasa. Bekas sawah tidak boleh terlalu kering, pun tak boleh terlalu berair. Berbeda dengan karapan sapi Madura yang berlangsung di lahan kering.

Banyak penyuka fotografi menikmati indahnya pacu jawi dalam bingkai teknologi, tak heran salah satu jepretan helat ini pernah memenangkan penghargaan foto internasional. Begitu juga dengan event Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia memlih photo Pacu Jawi dengan judul foto "Mengigit Buntut" ini menjadi salah satu pemenang photo terbaik dan 24 inspirasi foto terbaik dalam penulisan Bloger Competition.. Begitu banyak hasil jepret wajah orang, ragam ekspresi para joki yang belepotan lumpur  itu menjadi objek photo yang sangat menarik sekali. Pada wajah mereka terpancar jiwa pemberani dan percaya diri yang tinggi. 

Sekarang ini Pacu Jawi ini telah menjadi event internasional, dimana tiap diadakannya acara ini, banyak fotografer nasional maupun internasional hadir mengabadikan kegiatan ini.

Ini foto-foto yang diambil langsung di Lokasi oleh "JAKA" suami kakak saya : 










0 komentar: